Senin, 31 Desember 2012
Senin, 24 Desember 2012
Minggu, 16 Desember 2012
SURAMADU, KABUT DAN SURUT
Pagi masih buta
Mendung tipis slimuti mentari
ku kayuh arah pedalku ke satu tujuan
Lalu lalang para bikers berkeliaran
Banyak diantaranya adalah bikers gypsicyclingclub
Kamipun beriringan mengayuh bersama
Dengan canda tawa
Terkadang sdikit celotehan pemberi semangat
Stengah jam lebih kami tempuh dari Taman Bungkul ke SURAMADU
Berharap pantai akan indah
Walau Pada akhirnya Kami sedikit kecewa
Yaach.. SURAMADU tertutup kabut dan air lautpun surut
Tapi bukan berarti kecewa kami mutlak
Bagaimanapun juga kami sudah niat dengan tujuan
Walapun keadaan alam hari ini mendung tipis
Berjajar jajar perahu perahu nelayan seolah terdampar
Jembatan SURAMADUpun enggan tampakan indahnya
Bersembunyi di tebalnya kabut
Bahkan pulau Madura pun tak nampak
Mentaripun belum juga menyembul
Kami pun hampir tak keluar keringat
Namun bagaimanapun juga ini hari kebebasan kami
Kebebasan dari segala kesibukan kesibukan
Melapangkan pikiran dan pandangan
Agar kita tahu betapa pentingnya menghargai diri sendiri
Menghargai keindahan alam
Menghargai persahabatan agar tercipta suasana harmonis, lahir dan batin
Mendung tipis slimuti mentari
ku kayuh arah pedalku ke satu tujuan
Lalu lalang para bikers berkeliaran
Banyak diantaranya adalah bikers gypsicyclingclub
Kamipun beriringan mengayuh bersama
Dengan canda tawa
Terkadang sdikit celotehan pemberi semangat
Stengah jam lebih kami tempuh dari Taman Bungkul ke SURAMADU
Berharap pantai akan indah
Walau Pada akhirnya Kami sedikit kecewa
Yaach.. SURAMADU tertutup kabut dan air lautpun surut
Tapi bukan berarti kecewa kami mutlak
Bagaimanapun juga kami sudah niat dengan tujuan
Walapun keadaan alam hari ini mendung tipis
Berjajar jajar perahu perahu nelayan seolah terdampar
Jembatan SURAMADUpun enggan tampakan indahnya
Bersembunyi di tebalnya kabut
Bahkan pulau Madura pun tak nampak
Mentaripun belum juga menyembul
Kami pun hampir tak keluar keringat
Namun bagaimanapun juga ini hari kebebasan kami
Kebebasan dari segala kesibukan kesibukan
Melapangkan pikiran dan pandangan
Agar kita tahu betapa pentingnya menghargai diri sendiri
Menghargai keindahan alam
Menghargai persahabatan agar tercipta suasana harmonis, lahir dan batin
Senin, 03 Desember 2012
TIPS BERSEPEDA YANG AMAN
Anda hobi bersepeda? Ya,
olahraga satu ini memang
mengasyikkan, selain bisa
menjaga kesehatan tubuh,
bersepeda juga dapat
mengurangi pencemaran
lingkungan. Pasalnya, berbeda
dengan kendaraan lainnya,
bersepeda hanya mengandalkan
energi untuk mengayuh
pedalnya, sehingga tidak
dibutuhkan sumber energi yang
dapat menyebabkan
pencemaran lingkungan.
Namun sayangnya,
bertambahnya jumlah
penduduk, semakin membuat
padat kawasan pemukiman.
Akibatnya, tempat-tempat
khusus untuk bermain sepeda
pun tergusur oleh rumah-rumah
dan bangunan kantor. Alhasil,
jalan raya akhirnya dijadikan
alternatif untuk bersepeda.
Bersepeda di jalan raya memang
memiliki risiko yang tinggi. Nah,
agar tidak terjadi hal-ha l yang
tidak diinginkan, beberapa tips
bersepeda di bawah ini mungkin
dapat Anda jadikan panduan.
1. Berpakaianlah dengan benar.
Pakailah helm dan pakaian
berwarna terang. Pada
musim hujan, gunakan jas hujan
yang tidak mengganggu
kenyamanan,
keseimbangan, dan kendali Anda
di atas sepeda.
2. Patuhi rambu dan peraturan
lalu lintas. Tak ada bedanya
dengan pengguna jalan yang
lain, bersepeda di jalan raya juga
harus mematuhi rambu dan
perturan lalu lintas.
3. Jangan pernah bersepeda
melawan arus jalan. Pengemudi
kendaraan bermotor tak
akan memerhatikan sepeda yang
melaju di jalur jalan yang salah.
4. Jangan memakai headphone
(earphone). Pakailah helm,
jangan menggunakan peranti
headphone (dari walkman
maupun handphone ). Menurut
beberapa penelitian, telinga
yang tertutup rapat bisa
mengurangi keawasan keadaa n
sekelilingnya.
5. Siapkan kedua tangan untuk
mengerem. Anda mungkin tak
bisa langsung berhenti
jka mengerem hanya dengan
satu tangan. Jangan bersepeda
terlalu dekat di
belakang kendaraan lain, dan
pada musim hujan selalu siapkan
jarak aman
pengereman karena rem selalu
menurun efisiensinya manakala
basah.
6. Perhatikan jalan di samping
dan belakang Anda. Belajarlah
memindai keadaan jalan di
samping dan di belakang Anda
tanpa harus kehilangan
keseimbangan dan kendali
Anda pada sepeda.
7. Jangan menyalip dari kiri.
Pengemudi kendaraan bermotor
biasanya tidak akan
menduga kalau ada sepeda yang
menyalip dari kiri, sehingga
mereka juga tak siap
dengan situasi terburuk yang
muncul dari keadaan ini.
8. Jangan melewati garis
pembatas jalan. Manakala
menyalip, pastikan Anda tidak
melewati garis pembata s jalan.
Demikan halnya manakala lalu
lintas dalam keadaan
padat.
9. Gunakan lampu di malam
hari. Selain membantu Anda
buat melihat arah dan kondisi
jalan, lampu membantu
pengemudi kendaraan lain di
depan untuk melihat
keberadaan Anda. Tambahkan
juga lampu di bagian belakang
sepeda, atau
sekurang-kurangnya reflektor.
10.Gunakan tangan Anda untuk
memberi tanda. Gunakan tangan
untuk memberi tanda
kepada pengguna jalan lain
tentang ke arah mana Anda
akan melaju. Ini memang
aturan tak tertulis bagi pengguna
sepeda, tetapi penting bagi
keamanan Anda
sendiri.
11. Rawat dan jagalah kondisi
sepeda Anda. Lakukan
perawatan rutin sehingga sepeda
Anda bisa berjalan dengan aman
dan nyaman. Gantilah rem dan
ban secara berkala.
Merawat sepeda itu mudah,
Anda bisa belajar dan
melakukannya sendiri.
.
AYO..GOWES...
.
Sabtu, 01 Desember 2012
PERTAMA KALI SEPEDA ANGIN DICIPTAKAN
Baron Karls Drais von
Sauerbronn atau Karl Drais
lahir pada tanggal 29 April
1785 di Karlsruhe, Jerman, dia
adalah seorang penemu Jerman
dan menemukan Laufmaschine
juga kemudian disebut sepeda
beroda tiga, atau draisienne. Ini
kemudian dimasukkan sebagai
prinsip roda dua yang
kemudian menjadi dasar untuk
sepeda dan sepeda motor dan
merupakan awal dari
transportasi pribadi mekanik.
Drais juga menemukan mesin
ketik awal dengan keyboard
pada tahun 1821. Dari
1803-1805, Drais belajar
arsitektur, pertanian dan fisika
di University of Heidelberg.
Ia bergabung sebagai pejabat
kehutanan, bekerja sebagai
guru di lembaga kehutanan
pribadi milik pamannya, dan
pada tahun 1810 menerima
gelar kepala rimbawan, tetapi
pos isinya belum ditentukan.
Satu tahun kemudian ia diskors
dari dinasnya, tapi terus
menerima gaji sehingga dia bisa
mencurahkan lebih banyak
waktu untuk penemuannya.
Drais berhasil melakukan
terobosan penting,yang
ternyata merupakan peletak
dasar perkembangan sepeda
selanjutnya. Oleh Von Drais,
Hobby Horse dimodifikasi
hingga akhirnya mempunyai
mekanisme kemudi pada bagian
roda depan. bentuknya sepeda
beroda tiga, bentuk awal dari
sepeda, namun tanpa pedal.
Perjalanannya yang pertama
dilaporkan, dari Mannheim ke
Schwetzinger Relaishaus
berlangsung pada tanggal 12
Juni 1817. Pada tahun yang
sama, dia melakukan
perjalanan kedua, dari
Gernsbach ke Baden, dan lain-
lain. Dengan mengambil tenaga
gerak dari kedua kaki, Von
Drais mampu meluncur lebih
cepat saat berkeliling. Dia
sendiri menyebut kendaraan ini
dengan nama Draisienne .
Beritanya sendiri dimuat di
koran lokal Jerman pada 1817.
Pada 1839, Kirkpatrick
Macmillan menambahkan
batang penggerak yang
menghubungkan antara roda
belakang dan ban depan
Draisienne.
Sepeda Draisienne ini tak
bertahan lama, karena setelah
itu, mulai muncul jenis-jenis
sepeda baru yang lebih effisien
bahkan beberapa di antaranya
ada yang sudah menggunakan
pedal, walaupun pedal tersebut
masih belum sempurna seperti
sepeda jaman sekarang). Walau
begitu, sepeda buatan Baron
von Drais ini tetap harus
diacungi jempol, karena sudah
mampu menjadi tonggak
munculnya sepeda-sepeda
modern di dunia.
Pada tanggal 12 Januari 1818,
Drais dianugerahi sebuah
penghormatan dengan gelar
duke sebagai imbalan atas
penemuannya. Baden tidak memiliki hak paten atas
penemuannya pada waktu itu.
Grand Duke Karl Drais
kemudian juga ditunjuk sebagai
Profesor Mekanika. Ini hanyalah
sebuah gelar kehormatan, tidak
berhubungan dengan
universitas atau lembaga lain.
Drais pensiun dari layanan sipil
dan terus menerima gaji sebagai
atas penemuannya.
Bencana mendekati Drais ketika
sebuah pembunuhan dan
pemenggalan terjadi atas
Ludwig Sand, pada tahun 1820.
Ayah Drais sebagai hakim
tertinggi Baden, menolak
meminta maaf, dan anaknya
kemudian di kepung oleh
mahasiswa mahasiswa di
jerman. Oleh karena itu,
1822-1827, Drais kemudian
pindah ke Brasil sebagai
pengawas tanah di Fazenda
milik Georg Heinrich von
Langsdorff, namun kembali ke
Mannheim.
sebab dari penemuannya
adalah adanya anomali iklim
1816, Tahun tanpa musim
panas di sebabkan karena
letusan maha dahsyat Gunung
Tambora di Indonesia
menyebabkan transportasi di
Eropa terganggu akibat
kegagalan panen dan
kelaparan kuda, dan inilah
penyebab dari penemuan Drais
\'dari sepeda beroda tiga
tersebut.
Drais kemudian meninggal di
kota kelahirannya, Karlsruhe
pada tanggal 10 Desember
1851, tanpa uang sepeser pun
setelah Prusia melakukan
revolusi di Baden dan menyita
uang pensiun drais sepenuhnya
untuk membayar biaya revolusi.
Langganan:
Postingan (Atom)
