Sabtu, 13 Desember 2014

ayo gowes

Hanya sekedar gowes

Agar tubuh sedikit beres

Otakpun gak bikin stres

Gowes gowes gowes .. Yes ..!!.

Kamis, 11 Desember 2014

Gypsi gowes cagar budaya

Seiring kemajuan jaman tak banyak orang yang ingin mengetahui tentang situs situs cagar budaya peninggalan jaman dahulu. Seperti halnya dengan keberadaan candi candi kecil yang sebenarnya mempunyai nilai historis tersendiri.


Tapi kita tidak juga menyalahkan diri kita sendiri dengan keberadaan candi-candi ini yang tidak dijadikannya suatu wahana wisata cagar budaya oleh pemerintah setempat.
Candi - candi kecil ini seharusnya diberikan tempat yang sedikit luas di area sekitarnya. Pada awalnya aku mengira candi-candi ini memiliki tempat yang luas dengan lingkungan sekitar yang asri tapi pada kenyataanya candi-candi ini berada di pemukiman padat penduduk. Hmm...sedikit kecewa juga sih...oleh karena letaknya yang ditengah-tengah pemukiman warga jadinya orang tak banyak yang tahu dan tertarik untuk mengetahui tentang candi-candi tersebut.
Nah...kebetulan Minggu kemarin (7/12) rencana gowes ke ekowisata Mangrov Wonorejo Surabaya gak jadi dan kebetulan juga salah satu anggota gowes yang dulu udah lama gak aktif gowes sekarang lagi aktif gowes kembali mengajak kami gowes ke candi candi di Pasuruan dan Sidoarjo yang belum kita ketahui keberadaanya. Dan dikarenakan teman yang lain ada halangan berangkatlah kita ber-lima..hehe..gak jadi masalah..pokoknya yang penting gowes.
Mr.Prof.Ir.Dr.M.Choirul lah pawang blusukan yang memandu kami hehe

CANDI GUNUNG GANGSIR - PASURUAN







CANDI PARI - SIDOARJO



CANDI SUMUR - SIDOARJO

Senin, 03 Februari 2014

Gypsi Cycling Club gowes Jolotundo

Tetap semangat dengan niat dan tujuan agar dapat saling mempererat persahabatan dan persaudaraan dalam berkomunitas bersepeda.
Gypsi Cycling Club 2 Februari 2014. Jolotundo.

Gypsi Cycling Club Jolotundo

Salah satu cara untuk menghilangkan stress karena rutinitas pekerjaan adalah dengan bersepeda ke Jolotundo lalu berendam di pemandian dari sumber mata air alami yang tentunya lebih segar dan lebih seru. Salah satu tempat pemandian dengan mata air alami ini adalah Petirtaan Jolotundo di Mojokerto Jawa Timur. Petirtaan Jolotundo, terletek di lereng Gunung Penanggungan, tepatnya di Desa Seloliman, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Jarak dari kota Surabaya ± 55 km, dapat dicapai dengan kendaraan pribadi tapi kali ini GYPSI CYCLING CLUB gowes bareng kesana. Panjang Petirtaan Jolotundo ini berukuran 16, 85 m, lebar : 13,52 m, dan kedalaman kolam ikan: ± 52 cm, kedalaman kolam pemandian: ±150cm. Terbuat dari batuan Andesit yang dipahat halus. Melalui beberapa pahatan batu yang ada di Petirtaan Jolotundo tersebut yang berupa tulisan angka 997 (dalam huruf Palawa), membuktikan bahwa candi/petirtaan ini di buat pada tahun tersebut. Peninggalan ratusan tahun yg kmi nikmati.


Jumat, 24 Januari 2014

Banyak alasan bersepeda

Bersepeda membuat kita lupa masalah yang ada. Bersepeda menjadikan perut jadi tak gendut. Bersepeda rutin mencegah kita dari penyakit semacam flu dll. Bersepeda rutin sembuhkan penderita asma loh. Bersepeda rutin meningkatkan stamina pria dan wanita. Bersepeda itu sangat menyenangkan. Bersepeda itu mengurangi efek pemanasan global. Bersepeda menurunkan resiko penyakit jantungan Bersepeda menurunkan berat badan loh. Bersepeda itu keren banget, Bersepeda itu biayanya lebih murah dibanding bersepeda motor apalagi mobil. Bersepeda itu hemat ongkos, buat beberapa orang sih. Bersepeda itu mengurangi polusi udara. Bersepeda itu tak perlu bayar parkir. Bersepeda itu mengurangi polusi suara. Bersepeda itu membuat kita dekat kepada alam. Bersepeda itu meningkatkan rasa kepedulian sosial kita. Bersepeda itu melatih kesigapan kita. Bersepeda itu mendekatkan kita dengan semua pengguna jalan, Bersepeda itu gak kwatir banjir. Bersepeda itu bisa blusukan kemana2. Bersepeda itu dan lain lain. Hehehe.

Senin, 20 Januari 2014

Gypsicyclingclub kali porong Tlocor

Pingin sekedar nglemesin otot dengan bersepeda malah jadinya kaki pada kaku semua hehe tapi gak jadi masalah kalau memang udah tujuannya berolah raga. Kali ini tujuannya dekat dekat saja..ya kali brantas Porong tepatnya dekat dengan muara, atau banyak disebut dengan Tlocor. Jalan datar beraspal menyusuri pinggiran bantaran sungai porong ini memang mulus dengan pemandangan sawah, kampung penduduk dan tambak ikan milik warga sedangkan sungai porong sndiri tak terlihat karena terhalang tanggul yang setinggi ±3-4meter. Bulan januari memang musim angin barat yang berhembus kencang. Karena arah ke Telocor ini ke timur berangkat ke sana gak da kendala dengan angin barat yang berhembus ke timur. Sampai di tujuan kita hanya duduk santai saja nikmati sungai porong dengan hutan bakau dan area tambak ikan disekitarnya. Setelah dirasa cukup untuk mengusir penat,kita pulang dengan tantangan yang sudah kita perkirakan. Melawan angin kencang dari arah yang berlawanan. Hmm.. kemeng dah kaki..hhe